DPRD BANJARNEGARA MENGGELAR PERTEMUAN DENGAN IDI TERKAIT COVID-19

DPRD BANJARNEGARA MENGGELAR PERTEMUAN DENGAN IDI TERKAIT COVID-19

DPRD Kabupaten Banjarnegara menggelar pertemuan dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kabupaten Banjarnegara selaku Satgas penanganan Corona Virus Disease 19 (COVID-19) mengenai tindak lanjut perkembangan Covid-19 yakni tentang pencegahan, penanganan dan juga hal-hal yang harus segera dilakukan guna menghentikan Pandemi Covid-19. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Banjarnegara pada hari Kamis, 19 Maret 2020 dengan Narasumber dr. Bugar, dr Agung dan dr. Amalia Desiana yang juga Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banjarnegara.

Hadir dalam Paparan tersebut Ketua DPRD Ismawan Setya Handoko, SE, Wakil Ketua DPRD Arif Budi Waluyo, SE, Edy Purwanto dan sejumlah Anggota DPRD.

Dalam paparannya disampaikan

Cara efektif mencegah infeksi COVID-19

Jumlah kasus Corona yang terus meningkat membuat masyarakat Indonesia sangat waspada terhadap perkembangan wabah COVID-19. Terlebih lagi, ketika saat ini sudah dikonfirmasi terdapat 227 WNI yang terkena infeksi virus tersebut.

Maka itu, masyarakat berbondong-bondong mencari tahu bagaimana cara mencegah penyakit COVID-19 agar tidak tertular virus tersebut. Dalam hal ini IDI Banjarnegara menyampaikan beberapa cara pencegahannya :

  1. Mencuci tangan dengan air sabun atau alkohol

Salah satu cara mencegah penyakit COVID-19 adalah mencuci tangan. Mencuci tangan merupakan salah satu kebiasaan sehat yang terlihat sederhana, tetapi ampuh mengurangi risiko penularan infeksi virus. Hal ini dikarenakan tangan manusia dipenuhi dengan berbagai macam bakteri dan virus, terutama ketika berada di tempat yang ramai. Patogen yang tersebar dapat menempel di tangan dan lebih berisiko menularkan infeksi virus.

Selain itu, manusia juga lebih rentan tertular penyakit yang berasal dari sentuhan tangan pada barang atau percikan cairan orang yang terkena virus. Terlebih lagi, Anda mungkin tanpa sadar sering menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.

Padahal, ketiga indera tersebut dapat menjadi ‘gerbang utama’ dari virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh. Maka itu, Anda disarankan untuk mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun ketika tangan dalam keadaan kotor.

Apabila terlihat bersin, dianjurkan untuk mencucinya dengan antiseptik dan lakukan 6 langkah cuci tangan selama 20-30 detik sebagai cara mencegah COVID-19.

  1. Mengurangi kontak dengan orang sakit

Selain mencuci tangan, cara lainnya untuk mencegah COVID-19 adalah mengurangi hingga mencegah kontak dengan orang sakit, seperti batuk, demam, dan bersin.

Metode ini sangat direkomendasikan mengingat penularan COVID-19 terjadi melalui percikan cairan pasien yang batuk dan bersin.

Selain itu, ketika Anda merasa tidak enak badan, cobalah untuk berdiam diri di rumah dan gunakan masker ketika sakit. Dengan begitu, Anda tidak menularkan infeksi virus kepada orang lain dan tidak tertular penyakit saat tubuh dalam keadaan tidak sehat.

  1. Melakukan etika batuk dan pakai masker saat sakit

Banyak orang yang mengira bahwa penggunaan masker meskipun dalam keadaan sehat merupakan cara efektif mencegah COVID-19. Faktanya, tidak demikian. Pemakaian masker lebih efektif dilakukan pada orang sakit dan tenaga kesehatan yang sering berkontak dengan pasien yang terinfeksi. Selain itu, penggunaan masker akan lebih manjur ketika digabungkan dengan kebiasaan mencuci tangan sesering mungkin.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan masker, seperti:

  • Mencuci tangan sebelum memakai masker.
  • Menutupi mulut dan hidung agar tidak ada celah antara wajah dengan masker.
  • Menghindari menyentuh masker saat menggunakannya.
  • Mengganti masker dengan yang baru ketika terasa lembap.
  • Melepas masker dari belakang tanpa menyentuh bagian depan.
  • Membuangnya di tempat sampah tertutup dan segera cuci tangan.
  • Tidak mengusap mata, hidung, mulut, dan wajah dengan tangan yang kotor.

Selain itu, Anda juga tidak dianjurkan untuk mengusap mata, hidung, mulut, dan wajah dengan tangan yang kotor. Kebiasaan tersebut dapat memudahkan virus masuk ke dalam mukosa tubuh, sehingga alangkah baiknya sering mencuci tangan.

Apabila masker tidak tersedia saat sakit, Anda dapat mengikuti etika batuk dengan benar, yaitu menutupi mulut ketika batuk atau bersin dengan tisu atau menggunakan lengan tangan.

Ingat, etika batuk dan penggunaan masker saat sakit menjadi salah satu kunci penting dalam cara mencegah COVID-19.

  1. Menjaga daya tahan tubuh

Sebenarnya, hal yang perlu diperhatikan sebagai salah satu cara mencegah COVID-19 adalah menjaga daya tahan tubuh. Apabila sistem kekebalan tubuh rendah, terutama saat sakit, virus lebih mudah menyerang tubuh. Menjaga daya tahan tubuh cukup sederhana dan mudah, seperti:

  • Rutin berolahraga.
  • Makan makanan yang bergizi.
  • Memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, seperti vitamin C dan D.

Akan tetapi, ada banyak kebiasaan masyarakat Indonesia yang membuat tubuh kekurangan vitamin dan mineral. Kebiasaan yang paling banyak ditemukan misalnya, banyak orang yang malas beraktivitas di luar ruangan.

Kebiasaan tersebut membuat tubuh jadi jarang terkena sinar matahari yang merupakan sumber utama vitamin D. Kekurangan vitamin D ternyata membuat respon imunitas untuk menyerang virus dan bakteri pun menurun.

Maka itu, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi virus dan penyakit. Tidak hanya berisiko terhadap COVID-19, tetapi sistem kekebalan yang rendah juga menyebabkan gejala semakin parah.

Oleh karena itu, menjaga daya tahan tubuh sangat penting sebagai cara mencegah COVID-19, baik dengan memenuhi asupan nutrisi dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi selama 30 menit.

  1. Social Distancing (Jaga Jarak Sosial)

Cara mencegah penyebaran virus Corona dengan melakukan social distancing atau menjaga jarak sosial. Langkah ini merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh sejumlah negara dalam penanganan virus Corona.

Social distancing merupakan tindakan yang bertujuan untuk mencegah orang sakit melakukan kontak dalam jarak dekat dengan orang lain untuk mengurangi peluang penularan virus.

Sedangkan menurut Center for Disease Control (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit yang merupakan badan Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat, social distancing adalah menjauhi perkumpulan, menghindari pertemuan massal, dan menjaga jarak antar-manusia.

Dilansir dari voanews, dampak suksesnya praktek social distancing di Korea Selatan, negara ini tak perlu melakukan lock down. Social distancing dinilai bisa mengurangi risiko penyebaran virus corona karena virus ini menular antarmanusia melalui droplet (partikel air liur) saat penderita bersin atau batuk.

Dalam menjalani social distancing, kamu dapat menjaga jarak minimal satu meter dengan orang lain dan dianjurkan tidak berjabat tangan atau berpelukan saat bertemu orang lain.

Diharapkan peran serta wakil rakyat atau anggota DPRD untuk ikut mensosialisasikan pencegahan terhadap penyakit akibat virus corona, agar penyakit tersebut cepat berlalu dan tidak sampai terjadi di Kabupaten Banjarnegara.

Foto Kegiatan :

Admin DPRD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *