Komisi 2 dan Komisi 3 DPRD Kabupaten Banjarnegara, pada hari Rabu 8 Juli 2019 bertempat di ruang sidang paripurna menyelenggarakan Rapat Dengar Pendapat dengan Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan, dengan materi pembahasan tentang tindak lanjut audiensi Gabungan Perwakilan Penambang dan Forum Banjarnegara Bersatu terkait pemortalan jalan Mantiranom-Masaran.

Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi 2 Bapak Mohamad Rachmanudin dan Ketua Komisi 3 Bapak Ryan Hidayat. Dalam pembukaan rapatnya disampaikan, tentang permasalahan pemortalan jalan yang menjadi aspirasi kedua kelompok tersebut dianggap tidak berpihak kepada pihak-pihak yang mencari nafkah dalam bidangn pertambangan, khususnya galian C atau pasir putih di daerah selatan Banjarnegara.

Dalam penyampaian laporanya Kepala Dinas Perhubungan M Iqbal menyampaikan bahwa,

  1. Ruas jalan Mantiranom Masaran merupakan ruas jalan klas 3 yang bisa dilalui kendaraan dengan bobot maksimal 8 ton.
  2. Dinas perhubungan selaku OPD dalam posisi yang siap untuk melaksanakan segala perintah dari atasan.

Sementara dari pihak Dinas PUPR menyampaikan beberapa hal :

  1. Pembangunan jalan bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
  2. Sesuai masukan dari warga masyarakat mantiranom dengan pertimbangan adanya polusi dan dampak negatif lainnya dari aktifitas transportasi pertambangan maka mohon untuk bisa dilakukan pemortalan jalan tersebut.
  3. Diberikan dispensasi masuk untuk kendaraan besar (truck elpiji), dengan pertimbangan menyangkut hajat hidup orang banyak.

Sehubungan dengan pernyataan kedua OPD tersebut, banyak masukan dari anggota DPRD untuk membantu memberikan solusi agar segera didapat jalan keluar yang bisa memuaskan semua pihak.

Hal tersebut mengingat banyak sekali kepentingan terhadap keberadaan jalan tersebut, baik yang terdampak positif maupun yang terdampak negatif terkait polusi udara.

Dari berbagai masukan yang ada, beberapa poin menjadi catatan dalam rapat yaitu :

  1. Mendorong untuk peningkatan kelas jalan, sehingga bisa dilalui semua kendaraan dengan berbagai tonase.
  2. Bahwa pemortalan jalan hendaknya berlaku untuk semua dan tidak ada dispensasi.
  3. Efek pemortalan jalan Mantiranom Masaran jangan sampai menimbulkan keinginan warga di daerah lainnya untuk memortal jalan dengan alasan biar jalan tidak cepat rusak.
  4. Adanya tuntutan pembukaan portal di jalur Mantiranom Masaran, harus dikaji dengan mendalam dan memperhatikan juga aspirasi yang menginginkan adanya pemortalan jalan tersebut dengan alasan polusi udara.

Dari berbagai masukan tersebut, agar dinas segera melakukan kajian untuk menemukan solusi yang terbaik dengan adanya tuntutan pembukaan portal jalan Mantiranom Masaran dari gabungan Penambang dan Forum Banjarnegara Bersatu dan juga adanya tuntutan agar portal dipertahankan supaya tidak terjadi polusi udara.

Foto Kegiatan :