Kamis 17 September 2020 Ketua DPRD Ismawan Setya Handoko,SE., menghadiri kegiatan Silaturahmi Kebhinekaan untuk Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan  bersama sesepuh dan Wantimpres Habib Luthfi bin Yahya di Pendopo Dipayuda Adigraha. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Tengah, Perwakilan dari KODAM IV Diponegoro, Perwakilan dari POLDA Jateng, Bupati Banjarnegara, Kapolres Banjarnegara, Dandim 0704 Banjarnegara, Ketua FKUB, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta beberapa undangan lain.

Indonesia merupakan negara yang masyarakatnya sangat majemuk, hingga tidak menutup kemungkinan terjadi sebuah pertentangan. Kemajemukan ini harus diterima sebagai kenyataan yang harus diiringi dengan sikap positif dan hal itu dapat terwujud apabila kita semua sebagai warga negara Indonesia sepakat untuk dipersatukan dibawah empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam sambutanya Bupati banjarnegara mengatakan Bhinneka Tunggal Ika merupakan pilar untuk menjaga dan mempertahankan toleransi antar umat beragama, kelompok dan golongan, serta saling menghargai dan menghormati. Dengan toleransi diharapkan bisa saling melihat kebaikan dan kebenaran dari agama atau kelompok yang berbeda. Ini digunakan untuk mematangkan, mendewasakan, memperkaya, dan mendinamisasikan pemikiran dan perilaku keagamaan di masyarakat.

Memudarnya persatuan dan kesatuan bangsa, disebabkan pudarnya rasa ingin memiliki atau handarbeni . Sehingga rakyat mudah untuk dipecah belah, mudah terpengaruh pada hal-hal sederhana, hilangnya kepedulian, dan toleransi beragama.

Kemajemukan yang dimiliki Bangsa Indonesia, bukanlah faktor pecahnya persatuan dan kesatuan. Adanya perbedaan ras, suku, budaya, dan agama. Elemen-elemen tersebut merupakan satu kesatuan yang menjadikan Indonesia sebagai negara yang besar dan kuat. Indonesia akan kuat jika masing-masing memiliki rasa memiliki atau handarbeni. Hal tersebut disampaikan oleh sesepuh dan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Habib Luthfi bin Yahya.

Sementara itu, pada kesempatannya Wagub Jateng, Taj Yasin Maimun, mengutarakan, perbedaan adalah sunatulloh. Jika tidak beda tak mungkin bisa maju.
“Kita memiliki 1340 suku bangsa, kalau tidak mau merawat bangsa ini, maka terpecah sperti bangsa Arab,” kata Wagub.

Foto Kegiatan :