Musrenbang Wil Eks Karesidenan Banyumas

Musrenbang Wil Eks Karesidenan Banyumas

Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbang Wil) Eks Karesidenan Banyumas pada Tahun ini diselenggarakan di Pendopo Dipokusumo Purbalingga pada 12 Maret 2019. Hadir pada kegiatan tersebut Gubenur Jawa Tengah H. Ganjar pranowo,SH,M.IP,. Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi,SE,B.ECon,MM,. Bupati Banjarnegara Budi Sarwono, Bupati Banyumas Ir.Ahmad Husein dan Bupati Cilacap H.Tato Suwarto Pamuji, Kasrem 071/WK Letkol Inf Heri Sumitro, Dandim 0702/Purbalingga Letkol INF Yudhi Novrizal,S.IP,MT., Dandim 0704/Banjarnegara Letkol INF Dominggus Lopes.S.Sos., ,Dandim 0701/Banyumas dan perwakilan Dandim 0703/Cilacap, Forkopimda Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas dan Cilacap, Anggota DPRD Kab. Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas dan cilapap, Bapelitbangda Jateng, Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, Cilacap serta Tamu undangan.

Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) Eks Karesidenan Banyumas Tahun ini masih berkomitmen mengupayakan permasalahan kemiskinan, pengangguran dan infrastruktur. Kabupaten Purbalingga menempati urutan 5 dengan angka kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah, dan rangking pertama di eks karesidenan Banyumas.

Kegiatan dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Bapak Ganjar Pranowo, dalam sambutanya Gubernur Jawa Tengah ini menegaskan Musrenbang  yang diselenggarakan bukan ajang bagi-bagi uang dan bukan ajang pengajuan proposal bagi-bagi uang, namun Musrenbang dilaksanakan untuk melihat rencana kegiatan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beliau juga mengatakan bahwa masih banyak keluhan masyarakat mengenai kerusakan jalan,mulai dari jalan Kabupaten hingga jalan Desa, selain itu Angka kemiskinan juga menjadi sorotan karena masih tingginya angka kemiskinan di Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut juga merekap usulan-usulan dari masyarakat berupa perbaikan infrastruktur jalan, penyediaan air bersih, usulan kelompok disabilitas, forum anak serta usulan terkait sektoral pusat dan provinsi.

Sedangkan sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono mengatakan titik berat pembangunan Jawa Tengah di tahun 2020 terdapat 5 poin penting yakni pengurangan kemiskinan dan pengangguran. Kedua penigkatan kualitas dan kapasitas SDM, ketiga peningkatan kapasitas dan daya saing ekonomi masyarakat yang berkelanjutan, Keempat pemantapan tata kelola pemerintahan, kondusivitas wilayah dan perbaikan kapasitas fiskal daerah dengan rencana obligasi daerah serta penurunan disparitas wilayah.

Admin DPRD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

istanbul escort mersin escort