Rabu, 25 Agustus 2021 Hj. Lilis Ujianti,S.Ag.,M.Pd., Anggota Komisi 4 DPRD, menghadiri kegiatan Rembuk Stunting yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan dengan tema Percepatan Penurunan Stunting Melalui Gerakan Sehatkan Wanita dan Anak Dengan Konvergensi Stunting Menuju Banjarnegara Bermartabat Sejahtera. Kegiatan dilaksanakan di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Banjarnegara dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Banjarnegara, Drs.H. Syamsudin,M.Pd., Sekda Banjarnegara Drs. H. Indarto.,M.Si., Plt Kepala Baperlitbang Banjarnegara Yusuf Agung P,SH.,M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara dr.Hesti Latifah., Perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng dan undangan lain.

Rembuk Stunting merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara bersama-sama antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga non-pemerintah dan masyarakat.

Saat ini kondisi anak stunting di Kabupaten Banjarnegara terus mengalami penurunan dari tahun 2019 sebesar 23,74% turun menjadi 22,73% pada tahun 2020 dan kondisi pertanggal 18 Agustus 2021 adalah 22,39%. Kinerja Tim percepatan penurunan stunting perlu terus ditingkatkan agar target nasional angka stunting sebesar 14% pada tahun 2024 dapat terwujud bahkan bisa lebih rendah dari target nasional.

Kunci pencegahan dan percepatan penurunan stunting aalah intervensi di 1.000 hari pertama kehidupan, sehingga perhatian kepada ibu hamil dan balita dibawah 2 tahun, baik melalui intervensi gizi spesifik maupun intervensi gizi sensitive perlu terus di upayakan tanpa meninggalkan intervensi kepada remaja sebagai calon pembentuk keluarga baru.

5 pilar penanganan stunting terintegrasi agar bisa optimal yaitu :

  1. Komitmen Pimpinan
  2. Kampanye Perubahan Perilaku
  3. Konvergensi Program
  4. Akses Pangan Bergizi
  5. Pemantauan dan Evaluasi

Bupati Banjarnegara dalam sambutan yang di sampaikan Wakil Bupati mengajak seluruh pihak yang terkait untuk berkonvergensi (bersatu padu, terkoordinasi dan bersama-sama menyasar kelompok sasaran yaitu desa lokus stunting). Stunting bukan hanya masalah di Dinas Kesehatan namun masalah kita bersama. Intervensi kesehatan hanya berkontribusi 30% sedangkan 70% kontribusi keberhasilan berasal dari non kesehatan.

Foto Kegiatan :